Mengintip Cara Pemadam Kebakaran Menggunakan Fire Hydrant

Mengintip Cara Tepat Tim Pemadam Kebakaran Saat Menggunakan Fire Hydrant

Apakah kamu tahu apa itu hose reel? Meskipun telah banyak perusahaan yang menjual hose reel Indonesia, tetapi tidak semua orang mengenal apa itu hose reel. Hose reel merupakan bagian dari alat pemadam kebakaran yang berbentuk selang berdiameter kecil yang biasanya ditempel pada dinding. Mungkin kamu sering melihatnya dipasang persis di sebelah fire hydrant.

Nah, ngomong-ngomong soal alat pemadam kebakaran tersebut, apakah kamu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan tepat? Tak ada salahnya untuk tahu. Bahkan jika sudah terlatih menggunakan fire hydrant yang tepat, kamu bisa bertindak di saat alat pendeteksi kebakaran di gedung perkantoran berbunyi. Karena itu, pada kesempatan kali ini, mari kita bahas bagaimana cara tim pemadam kebakaran bertugas mengatasi kebakaran dengan fire hydrant.

Nah, sebelum membahas prosedur cara penggunaan fire hydrant, sebelumnya kamu perlu tahu bahwa untuk menggunakan fire hydrant biasanya dibutuhkan sebuah tim yang terdiri dari:

  • Nozzleman yang bertugas mengarahkan noozle ke titik api.
  • Pumpman yang menangani ruang pompa
  • Valveman yang membuka aliran air pada hydrant
  • Commando yang bertugas memberikan aba-aba atau komando ke tim dan menyampaikan pesan dari pumpman hingga nozzleman
  • Hoseman yang mempersiapkan selang dan menggulung saat pemadaman telah berhasil.
  • Dan terakhir, support yang bertugas membersihkan area kebakaran agar tim pemadam dapat menuju lokasi dengan mudah, mengatur selang, dan membantu nozzleman ketika tekanan terlalu besar.

Lantas, bagaimana prosedur pemadaman api dengan fire hydrant?

  1. Hoseman akan mengangkat selang fire hose ke arah yang mendekati api kemudian menyambungkan pangkal selang tersebut dengan hydrant pillar. Namun, jika sumber air berasal dari box hydrant, Hoseman tidak perlu menyambungkan selang lagi dan bisa langsung menariknya ke arah api.
  2. Sementara itu, Nozzleman bertugas untuk memegang nozzle dengan kuat dan sempurna. Posisi memegang yang benar adalah dengan memegang ujung nozzle dengan satu tangan dan tangan satunya memegang pangkal nozzle dengan menjepitkannya ke ketiak supaya lebih kuat. Jika sudah siap, maka Nozzleman akan memberikan kode ke operator.
  3. Operator mencakup Commando, Valveman, Pumpman pun beraksi setelah menerima kode untuk mengalirkan air dan tim pun siap memadamkan api hingga tuntas.

Ternyata memadamkan api itu membutuhkan kerja sama yang hebat, bukan? (Rima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *