Kenapa Harus Cuci Tangan dengan Sabun untuk Cegah COVID-19?

Kenapa Harus Cuci Tangan dengan Sabun untuk Cegah COVID-19?

Pecahnya kasus SARS-CoV-2 di berbagai negara membuat WHO meminta semua orang untuk rajin mencuci tangan dengan sabun selepas melakukan aktivitas apa pun selama 20 detik. Ya, mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara pencegahan virus COVID-19 yang diyakini paling ampuh sekaligus paling mudah dilakukan. Mencuci tangan juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara pencegahan penularan Virus Corona setelah Anda bepergian ke luar rumah.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa kita harus mencuci tangan menggunakan sabun—bukan dengan air, hand sanitizer, atau tisu basah semata—dan lagi perlu selama 20 detik. Nah, artikel ini akan menjelaskan fakta-fakta terkait aktivitas ini.

Mengenal partikel virus

Dilansir dari Hello Sehat, virus adalah mikroorganisme yang tersusun dari sejumlah rantai kode genetik dan terbalut oleh pelindung atau ‘kulit’ yang bernama kapsid. Untuk virus yang berasal dari hewan—seperti coronavirus, bagian terluarnya bukan lagi kapsid, melainkan selubung tambahan yang terbuat dari lemak, fosfor, protein, serta glukosa. Adanya lemak pada bagian terluar virus inilah yang membuat COVID-19 mudah menempel pada permukaan-permukaan—termasuk tangan manusia.

Mengenal komponen sabun

Sabun—apa pun jenisnya; cair, batangan, ataupun cair dengan wewangian khusus—dipercaya menjadi media paling ampuh untuk mematikan COVID-19. Alasannya tentu terletak pada komponen penyusunnya. Melansir Hello Sehat, sabun memiliki dua sisi molekul berlawanan yang dapat menarik serta membersihkan kandungan air dan minyak. Oleh karena itulah, sabun menjadi pilihan terbaik untuk membasmi virus di tangan.

Mencuci tangan dengan sabun

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, COVID-19 terlindungi oleh minyak dan sabun memiliki molekul yang dapat menarik minyak. Jika mengibaratkan virus sebagai minyak, sabun bermolekul akan menarik minyak tersebut bersamanya saat ia diaduk. Aktivitas pengadukan sabun yang dilakukan secara konstan ini lama-kelamaan dapat memecah partikel lemak pada virus yang menempel di tangan. Ahli kesehatan menyatakan proses ini perlu dilakukan selama 20 detik agar memberikan hasil akhir yang sempurna. Pada akhirnya, ketika sabun dibasuh dengan air, virus akan ikut terangkat bersama molekul lemak sabun.

Begitulah fakta-fakta tentang partikel virus, komponen sabun, serta proses ‘pembersihan’ yang menjadi alasan mengapa kita harus mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah terlutar COVID-19. William Osler, salah satu pendiri RS Johns Hopkins di Amerika Serikat, menyatakan bahwa disinfektan terbaik pada masa pandemi ini adalah sabun, air, serta akal sehat.

Untuk itu, jangan lupa mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik setiap habis melakukan aktivitas, ya.